Singa Sang Raja
Dahulu kala hiduplah seekor Singa yang terkenal dengan sifat ganasnya akan mangsa. Pada saat itu, sang singa hidup damai bersama keluarganya. Ia menjadi sosok yang menjadi panutan dan contoh yang baik untuk anak, istri, dan keluarganya. Mereka hidup di tengah-tengah hutan yang penuh dengan hewan lainnya seperti, jerapah, harimau, cheetah, hyena, macan tutul, gajah, sapi, kambing, ayam, kelinci, burung, elang, kerbau, banteng, badak, cendrawasih, gagak, bebek, babi, kupu-kupu, kancil, monyet, kera, gorila, dan masih banyak hewan lainnya.
Kemudian, sang singa pada saat itu mengabdikan dirinya sebagai sang raja dalam hutan itu. Apapun yang ia katakan dan perbuatannya akan diikuti para hewan lainnya, serta tunduk dan patuh kepada sang raja. Lalu, disetiap harinya sang singa selalu mencari makanan bersama dengan sahabat karibnya yaitu si gagak. Sebab si gagak lah yang selalu menuruti apa kemauan si raja singa itu. Jika tidak, maka singa akan mengamuk dan marah.
Hari demi hari, mereka selalu bersama kemanapun sang singa pergi maka si gagak lah yang akan membersamai nya. Susah senang, pahit manis mereka lalui apapun itu. Inilah yang menjadi hewan lain tunduk dan patuh kepada sang raja singa. Sikap bijaksana, dan saling menghargai sesama membuat singa layak menjadi seorang panutan untuk masa yang akan datang.
Kemudian, pada saat bersamaan keluarga sang raja singa hendak beristirahat dengan tenang. Akan tetapi, si putra singa kecil yang sangat aktif dan ceria ini juga tidak kalah saing dengan si ayah yang gagah dan bijaksana. Si putra singa ini selalu bermain bersama dengan putri singa kecil yang telah dianggap sebagai keluarganya sendiri. Mereka sangat akrab dan selalu harmonis, gelut canda dan tawa selalu mengiringinya.
Tak lama kemudian, mereka bermain sampai melewati batas yang ditentukan oleh sang raja singa. Alangkah terkejutnya, mereka melihat sosok pemandangan yang begitu gelap gulita (area ini berada di dalam gua). Begitu banyak kelelawar yang bergelantungan di area dinding langit-langit. Akan tetapi, si putra singa merasa sedikit senang apa yang ia alami bersama temannya si putri singa. Mereka tidak peduli bahaya apa yang akan menghadang di depan mereka nanti.
Tiba-tiba datanglah segerombolan para hyena yang jahat mendekati kedua singa kecil itu. Akan tetapi, si putra singa hendak melawan dan mengaum begitupun dengan si putri singa ikut serta membantu temannya. Tak lama kemudian, tibalah sang raja singa dan sahabatnya si gagak dari arah belakang. Lalu sang raja mengaum dengan sekuat-kuatnya, sampai gua itu bergetar dari dalam. Gerombolan para hyena jahat itu merasa ketakutan dan tunduk pada sang raja singa, mereka memohon maaf atas apa yang diperbuatnya kepada kedua anak singa kecil itu. Lalu sang raja, memaafkan dan membiarkan mereka pergi dari gua yang gelap gulita itu. Jika sang raja singa masih melihat mereka, maka dia tidak akan segan-segan memakan sampai tak tersisa sedikitpun.
Setelah itu, sang raja singa menyuruh kedua singa kecil itu untuk ikut pulang bersama-sama agar tidak terjadi lagi bencana tersebut. Si gagak merasa lega karena mereka berdua terlihat dalam keadaan selamat dan tidak terluka. Akan tetapi, sang raja merasa marah atas apa yang diperbuat oleh putranya sendiri. Jika mereka tidak berhati-hati entah apa yang akan terjadi jika ayahnya tidak segera datang.
Tak lama dari itu, sang raja singa pun menasehati putra singa itu agar tidak lalai dalam melakukan segala hal diluar kemampuan nya. Apapun yang tidak diketahui jangan sampai lupa akan pesan dari kedua orangtuanya. Semenjak kejadian itu, si putra singa berjanji akan patuh dan setia kepada sang ayah dan ibu.
Sekian dan Terima kasih teman-teman๐
SOM,Official.
Komentar